Website Desa Jatikerto, menyajikan segala informasi desa Jatikerto dan sekitarnya. Bagi warga desa Jatikerto yang ingin berpartisipasi mengisi blog ini silahkan kirim permintaan lewat komentar untuk menjadi kontributor.Trims.

Pages

Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2011

Bakso Kepala Sapi Warga RT.43 Jatikerto

Jatikerto --  Di luar daerah, bakso asal Malang sudahlah sangat terkenal. Bahkan orang Jakartapun mengakui akan kelezatan dan kenikmatan baksonya orang Malang. Seperti kata (maaf) Ustd. Jefri Al Bukhori yang pernah memberi Tauziah di SMA Islam Kepanjen. Saat diajak makan di restoran, beliau malah minta bakso dari Malang yang katanya terkenal . Kalau kita lihat sekarang ini banyak kedai bakso di kota Kepanjen .Para penikmat bakso tinggal pilih menu dan rasa bakso yang paling disukai rasanya.

Kini ada satu lagi kedai bakso yang hadir menyemarakkan menjamurnya kedai bakso di wilayah kota Kepanjen. Siapa lagi kalau bukan bakso "Kepala Sapi Pak Comet". Hadir di wilayah paling barat kota Kepanjen menjadi-satu-satunya kedai bakso terbesar di daerah Talangagung-Jatiketo. Tempat yang strategis dengan tempat parkir yang nyaman menjadi salah satu pertimbangan bagi penikmat bakso untuk mampir dan menikmati bakso dengan rasa sapi yang lezat, renyah dan rendah kolesterol.

Jika Anda berkendara dari kota Kepanjen ke arah Blitar, sesampai di tugu batas kota Kepanjen Anda akan langsung melihat papan nama besar Bakso Kepala Sapi. Lokasinya tepat di ujung barat perumahan Kepanjen Permai II atau Perumahan Kodok Ngorek (Kongo). Tempat parkirnyapun nyaman dan aman. Di Kedai bakso ini pula Anda bisa menikmati beberapa jajanan dan kebutuhan Anda sehari-hari.. Karena kedai bakso ini menjadi satu dengan mini market Comet Maret milik Pak Bambang Semedi ini.
"Anda jangan mudah percaya dengan cerita orang, datang dan rasakan kenikmatan Bakso Kepala Sapi ini. Jika Anda puas ceritakan kepada rekan dan relasi Anda, namun jika Anda kurang puas dengan rasa dan pelayanan kami silahkan tegur saya ", begitu kata Pak Bambang sebagai pemiliknya ketika ditanya kiat mengembangkan bakso Kepala Sapi ini.

Ternyata harga bakso Kepala Sapi ini tidak mahal, hanya dengan Rp. 5.000,- saja Anda bisa menikmati bakso Kepala Sapi ini. Ketika  saya datang menyamar sebagai pembeli. Beliau sempat berkomentar kepada saya kalau baksonya enak juga. " Mak Nyus rasanya ", katanya

" Nah, kami tunggu kedatangan Anda semua, dijamin puas ". (admin)

Menthok Pedas Karya Wong Jatikerto

Perjalanan kami sampai juga di daerah Jatikerto kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Setelah melewati tugu batas Kota Kepanjen yang berada di daerah Talangagung. Tim terus melanjutkan perjalanan ke arah barat. Kira-kira  400 meter dari  tugu batas kota  Tim melihat tulisan banner warung “ Niki Echo“ Menthok Pedas. Wow, ada sesuatu yang beda ini” kata Adi sopir yang kami tumpangi. Kamipun ingin mencoba masakan menthok pedas yang selama ini belum pernah kami temui.

Warung yang memanfaatkan rumah sekaligus tempat jualan ini memang terlihat mungil. Di depan rumah ada teras dengan beberapa pasang meja kursi makan. Kami jumpai tiga orang sedang menyantap nasi dengan lauk pauknya, ada seorang yang terlihat berkeringat mungkin karena kepedasan.

Tim langsung menuju ke dalam rumah yang terdapat juga 2 meja dan kursi  tempat makan. Tepat lurus di depan pintu masuk terdapat etalase kaca yang diletakkan di atas meja berisi beberapa masakan. Antara lain; sayur menthok pedas dan krengsengan menthok yang dimasak pedas juga. Selain itu juga terdapat masakan kare ayam untuk menyediakan pembeli yang  tidak suka dengan masakan  menthok.

Pesanan nasi menthok pedas telah tersaji, ada nasi putih dan sayur menthok yang di jembung(=jawa). Kamipun menikmati nasi pedas ini dengan santai sambil mencoba mengorek keterangan dari mas Budi yang punya warung. Tentang keberadaan warung Niki Echo dengan menu menthok pedas ini.

“ Dalam sehari saya biasa menghabiskan 8 – 10 ekor menthok untuk dimasak”, kata Mas Budi ketika tim bertanya berapa jumlah menthok yang dipotong dalam sehari.
“ Kalau untuk sayur, biasanya yang kami masak adalah menthok besar (bangsong=jawa). Tapi untuk krengsengan saya pakai menthok babon.” lanjutnya.

Menurut cerita mas Budi si pemilik, warung ini dibuka kira-kira bulan Oktober tahun 2009. Ini dilakukan setelah kuranglebih 11 bulan merantau ke Kalimantan. Karena istrinya sakit akhirnya kembali ke kampungnya. Pada mulanya pasangan Budi bersama istrinya yang berputra satu serta masih muda ini  mencoba peruntungan dengan membuka warung “ Niki Echo “ menthok pedas. Selama setahun dibuka.  warung ini sempat juga disinggahi serombongan keluarga dari Jawa  Tengah serta beberapa pelanggan lain yang berasal dari Tulungagung, Blitar dan Malang dan sekitarnya.

Pelanggan setianya adalah warga sekitar yang sudah tahu dengan keberadaan menthok pedas serta kecocokan masakannya. Apalagi ditambah dengan sambalnya yang khas. Meskipun masakannya sudah pedas, banyak pelanggan yang masih meminta sambal yang tak kalah pedasnya. Untuk warga sekitar biasanya mereka beli sayur dan krengsengan menthok. Namun untuk pengunjung luar kota biasanya makan di tempat.

Warung menthok pedas ini ternyata juga menerima pesanan nasi kotak dan sayur menthok  yang dimasak. Untuk seekor bangsong  ( menthok besar ) sementara ini harganya berkisar Rp. 100 ribuan. Sedangkan untuk seekor babon menthok dihargai Rp. 60 ribu.  Nah, mungkin ada pembaca yang ingin merasakan masakan menthok pedas yang maknyus ini ? silahkan mampir di Warung ” Niki Echo ” yang ada di desa Jatikerto barat perumahan Kodok Ngorek / Kepanjen permai II Talangagung.  Yang mau pesan atau takut kehabisan bisa telepon dulu ke Budi (08134011074) . ( admin )

 
Free Host | lasik surgery new york